Langsung ke konten utama

Persis Solo, Sejarah Dan Prestasi Masa Lalu

Persis Solo adalah klub sepak bola yang berada di kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Awal berdirinya masih bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), yakni semacam perserikatan sepak bola yang berada di kota Solo.

VVB adalah pelopor dunia sepak bola di Indonesia. Disebut pelopor dunia sepak bola karena VVB berdiri sebelum klub-klub sepak bola ada di Indonesia, bahkan sebelum adanya PSSI atau Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia. VVB didirikan sejak tahun 1923 oleh Sastrosaksono dari Klub Mars dan R. Ng. Reksodiprojo dan Sutarman dari Klub Romeo.

Oleh bapak Soemokartiko, pada tahun 1928 nama Persis Solo atau Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo resmi dipakai untuk menggantikan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Persis adalah raksasa sepak bola Indonesia dimasa lalu, karena Persis adalah pencetus adanya klub-klub sepak bola di Indonesia.

Persis pernah menjuarai kompetisi perserikatan sebanyak 7 kali, namun kejayaan itu hanya berlangsung hingga akhir 1940-an. Persis Solo sendiri saat ini mempunyai julukan sebagai Laskar Samber Nyawa. Home base yang dipakai adalah stadion internasional Manahan Solo yang mempunyai kapasitas jumlah penonton sebanyak 30.000. Persis Solo juga mempunyai kelompok suporter fanatik yang diberi nama Pasoepati (Pasukan Soeporter Paling Sejati) yang telah berdiri sejak Februari tahun 2000.

Ada beberapa nama pemain legendaris sepak bola Indonesia yang pernah membela Persis. Salah satunya adalah R. Maladi yang kini namanya digunakan sebagai nama stadion R. Maladi atau yang kerap disebut Sriwedari. Persis Solo cukup lama mengalami masa-masa sulit dan jauh dari prestasi.

Prestasi terbaik terakhir adalah pada tahun 2006 lalu yang berhasil menjadi runner up kompetisi divisi I usai dikandaskan Persebaya Surabaya di babak final. Atas prestasi ini Persis Solo mendapat jatah promosi ke divisi utama pada musim kompetisi 2007-2008.

Prestasi Persis Solo :
1935 – Juara, menang atas PPVIM Jatinegara Jakarta
1936 – Juara, menang atas Persib Bandung
1937 – Runner-up, kalah dari Persib Bandung
1939 – Juara, menang atas PSIM Yogyakarta
1940 – Juara, menang atas PSIM Yogyakarta
1942 – Juara, menang atas Persebaya Surabaya
1943 – Juara, menang atas PSIM Yogyakarta
1948 – Juara, menang atas PSIM Yogyakarta
2006 – Runner-up, kalah dari Persebaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL)

DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL) Yaitu bahasa yang mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan data yang berhubungan dengan pembuatan dan menghapus objek seperti tabel, Indeks, bahkan basis datanya sendiri. Misalnya dibawah ini.  CREATE DATABASE Untuk membuat database  CREATE TABLE Untuk membuat tabel  CREATE VIEW Untuk membuat view  CREATE PROCEDURE Untuk membuat Stored Procedure ALTER TABLE Mengubah struktur kolom pada tabel DROP TABLE Menghapus Tabel Melihat Databese-database  SHOW DATABASE ; Untuk Menampilkan seluruh Database  CREATE Database nama_database; Untuk membuat database  Drop database nama_database; Untuk menghapus database  USE nama_database; Untuk mengaktifkan database Dan masih banyak contoh yang dapat di download dari link dibawah ini Download PDF DDL

Nabila JKT48 Atau Nabilah Ratna Ayu Azalia

Nama         : Nabilah Ratna Ayu Azalia TTL            : 11 November 1999 Tinggi        : 152 cm Gol darah  : B Zodiak       : Scorpio    Si gadis scorpio ini bernama (Nabila Ratna Ayu Azila ), ia dari salah satu personil JKT48 yg cantik dan imut ini, di usianya yang sangat muda ini, dia berhasil menjadi artis yg terkenal di Indonesia, dengan menjadi bagian dari JKT48.  Gigi  Gingsul nya, adalah salah satu ciri khas dari Nabila, wajah imut dan cantik sungguh membuat orang-orang tertarik melihatnya. Inilah sekilas Biodata Nabila Ratna Ayu Azila.  FAKTA UNIK NABILA Pertama, Dia anggota termuda di JKT48.si gadis scorpio ini diterima jadi member JKT48 pada waktu kelas 6 SD, karena dia berbakat, dan mempunyai tinggi yang minimal,sehingga dia diterima masuk JKT48. Kedua, Nabila itu cadal alias susah ngomong "R" Ketiga, Nabila...