SOLO, Sambernyawa.com - Berentetnya kejadian ricuh laga Persis Solo
melawan PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama versi Liga
Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menimbulkan keprihatinan. Beberapa
tahun keharmonisan antara suporter Solo dan Sleman rusak dalam dua tahun
terakhir. Ya, sejak terlibat konflik dengan suporter PSS Sleman
terbaru, Brigata Curva Sud (BCS), hubungan baik antar suporter yang
identik dengan Merah dan Hijau ini seolah sirna. Insiden kericuhan
selalu menjadi bumbu penyedap pertemuan tim papan atas Divisi Utama LPIS
grup 2 ini. Berawal dari bulan April 2012 lalu saat ribuan Pasoepati
terlibat bentrok dengan BCS, keributan juga terjadi saat pemain Persis
Solo mendapat perlakuan tak manusiawi dari pundukung PSS pada Juni 2013.
Kini, aksi serupa juga dilakukan Pasoepati saat berusaha melempari para
pemain PSS Sleman. Namun, jarak belasan meter antara tribun penonton
dengan lapangan membuat upaya pelemparan sia-sia. Menanggapi kericuhan
dalam tiga pertemuan terakhir, Pelatih Persis Widyantoro mengaku kecewa
dengan perselisihan dua pendukung bertetangga ini. Pasalnya, kericuhan
tersebut hanya menimbulkan jatuhnya korban dari kedua belah pihak,
bahkan masyarakat yang tak tahu konflik tersebut. “Kita kan sama-sama
hadir untuk sepak bola Indonesia, kasihan kan korban berjatuhan. Padahal
kalau sudah tidak mengenakan seragam klub, kita sudah bersaudara,”
tutur pria yang akrab disapa Wiwid ini. Mantan pelatih PSS Sleman
tersebut berharap konflik yang kini sedang mendera kedua kubu segera
terselesaikan. Dengan harapan kedepan suporter Solo dan Sleman bisa
duduk berdampingan secara damai. “Saya berharap segera ada upaya
perdamaian dari suporter Solo maupun Sleman. Sama- sama saudara tidak
bagus lah kalau kejadiannya seperti ini (ricuh) terus,” harapnya.
Sementara itu, dalam kericuhan yang terjadi dibeberapa titik tribun
Stadion Manahan Solo tersebut, sekitar tujuh penonton harus mendapat
perawatan dari pihak medis. Dua orang warga Solo dan Klaten dikabarkan
masih berada di Rumah Sakit Brayat Minulya guna menjalani rawat inap.
DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL) Yaitu bahasa yang mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan data yang berhubungan dengan pembuatan dan menghapus objek seperti tabel, Indeks, bahkan basis datanya sendiri. Misalnya dibawah ini. CREATE DATABASE Untuk membuat database CREATE TABLE Untuk membuat tabel CREATE VIEW Untuk membuat view CREATE PROCEDURE Untuk membuat Stored Procedure ALTER TABLE Mengubah struktur kolom pada tabel DROP TABLE Menghapus Tabel Melihat Databese-database SHOW DATABASE ; Untuk Menampilkan seluruh Database CREATE Database nama_database; Untuk membuat database Drop database nama_database; Untuk menghapus database USE nama_database; Untuk mengaktifkan database Dan masih banyak contoh yang dapat di download dari link dibawah ini Download PDF DDL
Komentar